Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Thursday, 22 July 2010

Cara Pria Belajar Jika Ditolak Wanita.

Cara Pria Belajar Jika Ditolak Wanita. Mungkin penolakan adalah bagian yang menyedihkan dalam perjalanan hidup. Tetapi, ini bukan berarti Anda menjadi seorang pecundang hanya karena sebuah penolakan.

Kenyataannya, pria sejati tidak takut untuk mengakui fakta memalukan seperti ini. Mereka menyadari pentingnya kegagalan dalam kehidupan mereka ataupun sebuah penolakan. Karena inilah yang bisa membawa mereka terus maju untuk menatap realita ke depan.

Mungkin Anda masih belum yakin pada diri Anda sendiri karena penolakan yang sedang dialami, atau mungkin Anda juga mengatakan kepada diri sendiri dengan nada yang pahit bahwa tidak ada yang bisa dipelajari dari sebuah penolakan. Ini hanya karena diri Anda terlalu lemah. Tapi ini tak berarti Anda tidak bisa untuk memperbaiki diri sendiri. Oleh karena itu, inilah saatnya Anda belajar banyak dari sebuah penolakan.

Nah, ada hal yang bisa Anda renungkan.

Friday, 19 March 2010

Terinspirasi Lagu Letto "Sebelum Cahaya".

(catatan ini saya dapat dari seorang teman....selamat membaca...dan semoga bermanfaat)


"ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja yang menemanimu sebelum cahaya..."


Enda menyanyikan reffrain lagu Letto yang berjudul “Sebelum Cahaya” dalam hati. Ia sudah menjadikannya semacam tradisi. Baginya, penggalan reffrain lagu itu mempunyai makna khusus. Untuknya, bait lagu itu selalu saja menjelmakan mesin waktu, yang akan membawanya kepada suatu masa dimana segala sesuatu tampak begitu sederhana di matanya.

***

Peristiwa itu terjadi pada hari Senin dini hari.

Tapi pahamkah Enda yang saat itu masih seorang balita? Karena baginya, waktu adalah sesuatu yang aneh. Jika ia mendengar nama Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu, yang muncul di benaknya adalah wajah orang-orang yang dikenalnya.

Monday, 15 March 2010

Say "NO"....!!!

Dalam hidup, kita perlu belajar untuk berkata "no" (tidak). Tidak semua tawaran yang ada di depan kita itu baik dan harus kita terima. Banyak orang merasa sungkan atau takut untuk menolak tawaran orang lain, dan akibatnya ia menerima tawaran tersebut walaupun ia tidak setuju. Perasaan sungkan ini biasanya berasal dari kebutuhan ingin diterima dan ketakutan untuk ditolak.

Bagaimana agar kita dapat berkata "tidak" ?

1. Selidiki apakah tawaran itu masuk akal atau tidak masuk akal (reasonable or unreasonable). Bila tawaran tersebut tidak masuk akal, maka kita perlu segera menolaknya.

2. Ingatlah bahwa kita memiliki hak untuk mencari lebih banyak informasi. Ajukanlah pertanyaan. Kumpulkanlah semua fakta sehingga kita menjadi lebih jelas dengan tawaran yang ada. Bila kita ragu-ragu, mungkin ini adalah tanda bahwa kita perlu berkata "tidak".

3. Kita perlu berkata "tidak" dengan tenang dan mantap. Ketimbang memberikan bermacam-macam alasan, berilah penjelasan yang singkat. Bila ia tidak dapat menerima penjelasan kita, ia tidak akan menerima segala macam alasan. Mempraktekkan hak kita untuk menolak akan mendatangkan "respect" dari diri sendiri dan orang lain.

Antara Kerja dan Istirahat

Bekerja adalah kebutuhan yang penting dalam hidup. Kita perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Tetapi, kita perlu ingat bahwa bekerja bukanlah segala-galanya dalam hidup, bekerja adalah sarana untuk mencukupi kebutuhan kita. Banyak orang tenggelam dalam pekerjaannya sehingga mengesampingkan hal-hal yang penting lainnya.

Bekerja memerlukan istirahat. Ketika Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya, Dia bekerja selama 6 hari dan beristirahat pada hari yang ke-7. Ada waktu untuk bekerja dan ada waktu untuk beristirahat. Istirahat adalah waktu untuk merestorasi energi dan pikiran kita. Istirahat berarti bukan hanya berhenti bekerja, melainkan juga berhenti memikirkan pekerjaan kita. Istirahat juga dapat dilakukan dengan mengalihkan diri dari satu aktivitas ke aktivitas  yang lain.

Gimana Ya Kalo Kebutuhan Tidak Terpenuhi ?

Kebutuhan yang tidak terpenuhi (unmet need) mengakibatkan banyak persoalan. Kita hidup dengan banyak keinginan atau kebutuhan jasmani, rohani maupun psikologis. Tidak semua kebutuhan ini dapat terpenuhi dengan sempurna.

Tendensi utama bila kita memiliki "unmet need" yaitu memproyeksikannya kepada orang yang dekat dengan kita. Dengan kata lain, kita cenderung untuk menuntut orang yang dekat dengan kita untuk mengisi kebutuhan itu. Misalnya, seseorang yang dibesarkan tanpa kasih sayang orangtua mungkin menuntut pasangannya untuk mengisi kekurangan kasih sayang tersebut.

Tanda-Tanda Orang Yang Memiliki Kedamaian.


Kedamaian adalah hal yang sangat menular. Orang yang memiliki kedamaian di hatinya akan menularkannya kepada orang yang ada di sekitarnya. Ada beberapa tanda orang yang hidupnya dipenuhi oleh kedamaian.

1. Ia dapat bertindak dengan spontan dan transparan.
Hidupnya "bebas" dan tidak dilandasi ketakutan karena tidak ada yang disembunyikan. Kebebasan ini membuat hidupnya lebih kreatif dan produktif.

2. Ia dapat menikmati hidupnya setiap saat.
Perasaan khawatirnya berkurang dan hidupnya penuh dengan ucapan syukur. Ia dapat menikmati apa yang dikerjakannya pada saat ini.

3. Ia tidak memiliki keinginan untuk menghakimi orang lain.
Ia berhubungan baik dan tidak bermusuhan dengan sesamanya.

Bangkit Dari Kegagalan.

Salah satu cara yang baik untuk menghadapi kegagalan adalah dengan tidak berusaha untuk menyembunyikannya. Dalam hidup, kita akan melakukan satu atau dua kesalahan yang besar atau memalukan. Tendensi manusia adalah menyembunyikan atau merahasiakannya agar ia tidak akan dipermalukan atau ditolak.

Menyembunyikan "kegagalan yang memalukan" tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi bahkan menambah beban hidup kita. Kita menjadi tegang dan merasa takut jika orang mengetahui rahasia hidup dan kegagalan kita. Dengan demikian, kita akan semakin menekan dan mennguburnya di dalam kehidupan kita.

Ini bukan berarti bahwa kita perlu memberitahukan kegagalan kita kepada setiap orang. Tetapi, hal terbaik yang dapat kita lakukan dalam menghadapi kegagalan adalah belajar untuk menerimanya dan bertumbuh dari kegagalan tersebut. Seorang yang dewasa adalah seorang yang dapat menerima kekurangan dan kegagalan hidupnya dan terus mau untuk maju.